Minggu, 08 November 2009

eksploitasi wanita

Tahukah kamu, kecantikan wanita ternyata dimanfaaatkan betul oleh sebagian manusia yang tidak bertanggung jawab. Coba saja kamu perhatikan, hampir semua kantor mensyaratkan karyawatinya harus berenampilan ‘menarik’. Menarik seperti apa? Masih belum jelas. Tetapi pastinya untuk dijadikan front office (fo), stand promotion girl (spg), pramuniaga, sampai sekretaris yang dijadikan prioritas selalu kecantikan dan bentuk tubuh. Belum ada seorang nenek jadi Fo atau SPG. Berjualan rokok sampai mobil saja pasti dihiasi oleh wanita yang cantik. Tujuannya jelas, menjadi daya tarik konsumen, terutama bagi kaum pria.
Sulitnya, ada sebagian wanita yang memang senang menjadi pusat perhatian. Mereka tidak ragu-ragu tampil atraktif. Bisa melalui sentuhan kosmetik, parfum, atau pakaian yang kurang sopan. Mereka sangat sadar bahwa penampilan adalah hal yang pertama kali dilihat oleh kaum pria. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Kaum pria memiliki mata yang liar, kaum wanita suka mencari perhatian.
Hal ini yang kemudian dieksploitasi secara penuh oleh para kaum kapitalis. Mereka sadar betul bahwa kecantikan adalah komoditi yang laris manis untuk dijual. Adanya kontes kecantikan atau ajang pemilihan model ide orisinilnya adalah menjual kecantikan. Hanya supaya tidak disebut berlebihan diimbuhi label beauty & brain. Padahal, dagangan pokoknya tetap kecantikan.
Dengan merebaknya gaya hidup hedonis, yang mengutamakan kesenangan fisik, penampilan jelas semakin penting. Bagi mereka, ukuran terpuji dan tercelanya adalah apa yang dirasa nyaman oleh indera dan pikiran semata. Hedonisme ini sudah menjadi hukum opini buat kebanyakan orang. Karena terlalu kuatnya pengaruh hedonis ini, menilai lawan jenis pun selalu berdasarkan penampilan. Please, deh!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar