Jumat, 27 November 2009

Pilih Bekerja atau Wirausaha?????????????

Pilih bekerja atau berwirausaha?
Jujur saya amat bingung jika di sodorkan dengan 2 hal tersebut karena keduanya merupakan pilihan yang sulit.
Bagaimana tidak, keduanya mampu menghantarkan kita pada gerbang kesuksesan.
Tetapi jika saya harus memilih pada saat ini saya akan menjawab dengan jawaban yang kondisional sesuai dengan peluang dan kemampuan saya, tapi jika dilihat dari potensi yang saya miliki sekarang ini saya lebih memilih untuk bekerja karena :

1. Minimnya atau kurangnya potensi atau skill yang saya miliki
2. Materi, dari segi materi secara langsung saya sudah pasti mendapatkan gaji perbulannya diikuti dengan uang transport , tunjangan, fasilitas dari kantor dll. Semuanya dengan mudah saya akan dapatkan tanpa harus mempertimbangkan untung ruginya, seperti halnya berwirausaha.
3. Menambah wawasan dengan banyakknya pekerjaan yang diberikan oleh bos, mengetahui hal – hal yang baru sehingga dapat meningkatkan potensi yang kita miliki.
4. Memperbanyak kawan , relasi dan mempererat tali silaturahmi.
5. Adanya kedisiplinan waktu dengan adanya peraturan yang berlaku pada suatu perusahaan sehingga membuat karyawan menjadi disiplin pula terhadap konsistensi pekerjaannya.

Tetapi jika pilihan tersebut dlontarkan pada saat saya sudah berumah tangga saya akan ebih cenderung memilih untuk berwirausaha, karena :
1. bertambahnya umur pastinya bertambah pengalaman dan bertambah pula potensi yang kita miliki.
2. Dapat mengembangkan ide dan skill sesuai dengan potensi yang kita miliki.
3. Dapat menghasilkan uang dan memberikan uang kepada para pekerja.
4. Tidak terpaku pada suatu aturan, lain dengan kita bekerja di sebuah perusahaan, selalu ada aturan2 yang membelenggu .spt masuk jam7 pulang jam 5 begitu seterusnya/kita jadi terperangkap rutinitas. Sementara hobi/potensi/skil yg kita miliki masing2 akan mati pelan2....karena keterbatasan waktu
5. Dengan berwirausaha dapat perusahaan keluarga dengan begitu dapat membantu para saudara yang berkekurangan.
6. Dapat memanage keuangan dengan baik.
7. semakin banyak orang lain yang diuntungkan dengan bisnis atau usaha yang kita bangun.
8. Jadi dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia ini.
9. Dapat bekerja dimanapun tanpa harus pagi – pagi pergi ke kantor.

Mungkin pada saat ini saya belum bertindak jauh untuk masa depan atau cita – cita saya, tapi paling tidak saya tidak pernah kenal lelah untuk selalu belajar dan berusaha untuk mengamalkan ilmu yang pernah saya dapat.
Semuanya akan berjalan dengan baik jika kita mau bkerja keras karena pada dasarnya apapun yang dipilih yang penting mah halal. Mau bekerja ataupun berwirausaha yang penting bagaimana kita dapat mengatur keuangan kita nantinya. Karena pendapatan besar lum tentu membuat kita menjadi sukses jika cara kita memanage keuangan kurang baik atau bertindak semaunya.

Minggu, 08 November 2009

eksploitasi wanita

Tahukah kamu, kecantikan wanita ternyata dimanfaaatkan betul oleh sebagian manusia yang tidak bertanggung jawab. Coba saja kamu perhatikan, hampir semua kantor mensyaratkan karyawatinya harus berenampilan ‘menarik’. Menarik seperti apa? Masih belum jelas. Tetapi pastinya untuk dijadikan front office (fo), stand promotion girl (spg), pramuniaga, sampai sekretaris yang dijadikan prioritas selalu kecantikan dan bentuk tubuh. Belum ada seorang nenek jadi Fo atau SPG. Berjualan rokok sampai mobil saja pasti dihiasi oleh wanita yang cantik. Tujuannya jelas, menjadi daya tarik konsumen, terutama bagi kaum pria.
Sulitnya, ada sebagian wanita yang memang senang menjadi pusat perhatian. Mereka tidak ragu-ragu tampil atraktif. Bisa melalui sentuhan kosmetik, parfum, atau pakaian yang kurang sopan. Mereka sangat sadar bahwa penampilan adalah hal yang pertama kali dilihat oleh kaum pria. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Kaum pria memiliki mata yang liar, kaum wanita suka mencari perhatian.
Hal ini yang kemudian dieksploitasi secara penuh oleh para kaum kapitalis. Mereka sadar betul bahwa kecantikan adalah komoditi yang laris manis untuk dijual. Adanya kontes kecantikan atau ajang pemilihan model ide orisinilnya adalah menjual kecantikan. Hanya supaya tidak disebut berlebihan diimbuhi label beauty & brain. Padahal, dagangan pokoknya tetap kecantikan.
Dengan merebaknya gaya hidup hedonis, yang mengutamakan kesenangan fisik, penampilan jelas semakin penting. Bagi mereka, ukuran terpuji dan tercelanya adalah apa yang dirasa nyaman oleh indera dan pikiran semata. Hedonisme ini sudah menjadi hukum opini buat kebanyakan orang. Karena terlalu kuatnya pengaruh hedonis ini, menilai lawan jenis pun selalu berdasarkan penampilan. Please, deh!

Pusat sarana teknik telematika

Pusat Sarana Teknik Telematika adalah unsur pelaksana tugas tertentu departemen berada di bawah serta bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Pusat Sarana Teknik Telematika dipimpin oleh seorang Kepala Pusat. Pusat Sarana Teknik Telematika mempunyai tugas melaksanakan layanan pengelolaan, pengembangan dan pemanfaatan sarana teknik telematika departemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri.

Dalam melaksanakan tugas, Pusat Sarana Teknik Telematika menyelenggarakan fungsi:

a.

pelayanan aplikasi interface dan fasilitasi sarana teknik telematika;

b.

pelayanan dan pengembangan sistem jaringan interface dan piranti keras telematika;

c.

pelaksanaan urusan ketatausahaan pusat.

Susunan Organisasi

Pusat Sarana Teknik Telematika terdiri dari:

a.

Bidang Aplikasi;

b.

Bidang Piranti Keras dan Lunak;

c.

Subbagian Tata Usaha.

Bidang Aplikasi

Bidang Aplikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pelayanan aplikasi interface untuk pelayanan publik dan fasilitasi sarana teknik telematika untuk pelayanan publik. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Aplikasi menyelenggarakan fungsi:

a.

pelayanan aplikasi interface di bidang telematika;

b.

pelaksanaan fasilitasi sarana teknik telematika.

Bidang Aplikasi terdiri dari:

a.

Subbidang Layanan Aplikasi;

b.

Subbidang Fasilitasi Sarana.

(1).

Subbidang Layanan Aplikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelayanan aplikasi interface telematika.

(2).

Subbidang Fasilitasi Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan fasilitasi di bidang sarana teknik telematika.

Bidang Piranti Keras dan Lunak

Bidang Piranti Keras dan Lunak mempunyai tugas melaksanakan advokasi dan konsultasi model, prototipe dan pengamanan piranti keras dan lunak telematika. Dalam melaksanaan tugas, Bidang Piranti Keras dan Lunak menyelenggarakan fungsi:

a.

pelaksanaan fasilitasi dan advokasi model, prototipe piranti keras dan lunak;

b.

pelaksanaan fasilitasi dan advokasi pengamanan piranti keras dan lunak.

Bidang Piranti Keras dan Lunak terdiri dari:

a.

Subbidang Rancang Bangun;

b.

Subbidang Pengamanan.

(1).

Subbidang Rancang Bangun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan fasilitasi dan advokasi model, prototipe sarana teknik telematika;

(2).

Subbidang Pengamanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan fasilitasi dan advokasi pengamanan sarana teknik telematika.

Subbagian Tata Usaha

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional pada Pusat Sarana Teknik Telematika mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(1).

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2).

Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional, dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Sarana Teknik Telematika.

(3).

Jumlah tenaga fungsional, ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(4).

Jenis dan jenjang jabatan fungsional, diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

SUMBER : PERMEN KOMINFO NO. 25 TAHUN 2008


Sumber : http://blogs.depkominfo.go.id/setjen/struktur-organisasi/pusat-sarana-teknik-telematika/