Rabu, 21 Maret 2012

Siti sayang... La Tahzan Nak...



Namanya Siti, usianya baru beranjak 7 tahun. Dia bukan anak metropolis yang beruntung, tinggal di sebuah desa di banten, bersama ibunya-karena sang Ayah telah tiada.

Sepulang sekolah, tak seperti anak sebayanya yang bisa bermain dan bergembira, dia bergegas pergi ke tetangganya yang punya usaha menjual bakso. Dia ikut menjual bakso. Tentu karena tangan kecilnya tak kuat mendorong gerobak bakso, dia menjual bakso dengan caranya sendiri. Kuah bakso dia masukkan dalam termos nasi, bakso dan mangkok dia tenteng di tangan satu lagi dalam sebuah ember bertutupkan serbet lusuh. Berat? tentu, apalagi untuk ukuran tangan kecila anak usia 7 tahun. Dijalaninya siang yang panas selepas sekolah menawarkan bakso, terseok-seok. Bila bakso laku semua, maka dia akan mendapatkan 2 lembar uang seribuan dari sang "juragan", tapi bila tak laku hanya selembar ribuan yang dia terima.

Sore itu, sesampai rumah -atau lebih tepatnya gubuk- seperti biasa, tak dijumpainya emak yang belum pulang dari menjadi buruh tani di kampung sebelah. Sambil menahan lapar, sesuai nasihat ibunya, dihampiri tetangga untuk minta ijin mengambil kangkung yang tumbuh liar di empang. Setelah mendapat ijin, Siti kecil terjun ke empang dan mengambil barang dua tiga potong kangkung yang akan dimasak emaknya untuk lauk malam ini : bersama nasi yang tak sampai separuh piring untuk berdua.

" ya Allah, berilah kesehatan pada Siti, supaya Siti bisa sekolah dan membantu emak. Berilah kesehatan pada Emak, karena hanya Emak teman Siti satu-satunya". Itu doa Siti kecil tiap hari.

Lalu, patutlah kita bertanya pada diri kita sendiri hari ini. Apakah beban kita seberat yang dipikul Siti dan Emaknya. Betapa kita sangat beruntung bisa membuat anak-anak kita tetap bersekolah, memakai baju seragam dan bermain tertawa selepas dari sekolah. tak cukupkah kita harus bersyukur, walau naik metromini ke kantor kita masih bisa membayar ongkos, bertemu teman yang kadang masih sudi mentraktir kita.

Syukur letaknya bukan di dompet, dia ada di hati kita.

# Big hug for u baby...

Jumat, 25 November 2011

Bergegaslah dan Berjuanglah !!

Apakah hari ini berjalan dengan sesuai rencana?
Bergelut dengan waktu dan keadaan yang begini adanya...
Hari ini aku akan berjuang untuk mengejar impianku, dan bergegas keluar dari area ini...
Rabbi...Ridhoi jalan hamba...lancarkanlah...

Ya Allah, Jadikanlah aku orang yang sabar dan bersyukur...
Dimata ku aku kceil, di mata merka aku besar...

Senin, 11 Juli 2011

Bahasa Kalbu - Titi DJ


Kau satu terkasih

Kulihat di sinar matamu
Tersimpan kekayaan batinmu

Di dalam senyummu
Kudengar bahasa kalbumu
Mengalun bening menggetarkan

Kini dirimu yang selalu
Bertahta di benakku
Dan aku kan mengiringi
Bersamam di setiap langkahmu

Percayalah
Hanya diriku yang paling mengerti
Kegelisahan jiwamu kasih
Dan arti kata kecewamu

Kasih yakinlah
Hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri
Indah sanubarimu kasih
Percayalah


Source: http://liriklaguindonesia.net/t/titi-dj/menyanyikan-kembali/titi-dj-bahasa-kalbu/#ixzz1RmqVUp9L

Selasa, 05 Juli 2011

Lowongan PHP Programmer ( 2 posisi )

Kami perusahaan pengembang software telekomunikasi yang sudah exist sejak 20 tahun ini di Indonesia,

Saat ini sedang membutuhkan beberapa programmer, dengan alternatif kontrak atau tetap :

Persyaratan Utama:

- Pengalaman membuat aplikasi web dengan koneksi ke database

- Menguasai konsep OOP & Ajax

- Diprioritaskan terbiasa menggunakan MVC Framework seperti Zend, CodeIgniter, Symfony atau CakePHP

- Dapat mulai bekerja segera


Hari kerja Senin - Jumat

Lokasi kerja di Green Garden, Kedoya - Jakarta Barat

Silakan kirimkan CV disertai dengan gaji yang diharapkan ke :

recruit@datacomsolusindo.co.id dan CC ke : ria@datacomsolusindo.co.id


Cantumkan portfolio atau blog Anda apabila ada dalam CV.

Senin, 13 Desember 2010

Belajar menjadi orang yang SOLUTIF???????

“Suka atau Tidak Suka, Masalah adalah perintah untuk segera bekerja dan berusaha menuju keadaan yang kita sukai “ (Mario Teguh)

Masalah demi masalah kerap kali muncul pada kehidupan kita sebagai umat manusia. Masalah akan timbul secara terus – menerus atau bahkan bertahap. Lalu bagaimana cara kita menyelesaikan masalah yang terus menimpa kita? Usaha pasti kita terus lakukan agar semua masalah yang kita hadapi cepat selesai agar tidak menjadi hambatan dalam perjalan hidup kita.

Banyak cara manusia dalam menyelesaikan masalanya. Pada dasarnya ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).

1. Pendekatan Reactive
Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya:

· Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.

· Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.

· Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah

· Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.

2. Pendekatan Receptive
Pendekatan ini biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya.Ciri-cirinya:
Ketika masalah datang, Anda mengenalinya dan menggunakan pendekatan:

· Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.

· Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.

· Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.

Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.
Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.
Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.
Pendekatan receptive ini bisa Anda praktekkan di kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam masalah itu.

Maka dari itu, "kita harus menjadi orang yang solutif". Orang solutif adalah orang yang mempunyai solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kalaupun masalah itu datang lagi, orang yang solutif mampu memecahkan masalah itu supaya tidak terulang lagi.
Solusi harus dipecahkan jangan dipendam dan dibiarkan saja. Bisa membuat kita gila dan sakit. Solusi yang datang dianggap sebuah keajaiban, bahwa dengan adanya solusi pasti ada jalan keluar. Dengan jalan keluar itulah, kita dapat menganggap diri kita seorang yang hebat mampu memecahkan sebuah "monster" atau mendaki "gunung" yang tinggi.
Jika semua masalah telah diselesaikan dengan baik, maka berilah dirimu sendiri kesenangan lahir dan batin dengan cara mencari kesenangan dan hiburan yang tentunya mengarah kearah yang positif.. tetapi jangan sampai membuat kita larut dan melupaka semua hal yang pernah terjadi. Jika itu terjadi maka dipastikan kamu akan susah untuk bangun kembali. Karena saya sedang merasakannya…hehehe TETAP SEMANGATTTTTTTTTT

Sumber : http://www.pengembangandiri.com

Jumat, 26 November 2010

HASRAT

Tuhan….

Saat aku menyukai seseorang,

Ingatkan aku akan ada sebuah akhir

Hingga aku bersama yang tak pernah berakhir…


Ya Allah….

Ketika aku merasa rindu pada seseorang,

Rindukan aku pada sesorang yang rindu akan cinta sejati-MU…

Agar kerinduanku kepada-MU semakin menjadi…


Illahi Rabbi…

Jika aku harus mencintai seseorang,

Temukan aku dengan orang yang mencintai-MU..

Agar bertambah kuat cintaku pada-MU,

Maka hamba mohon… Jagalah cinta itu..

Agar tidak melebihi cintaku pada-MU…

Dan Memang….

Asa dan usaha adalah urusan insan,

Sementara hasil adalah MILIK-NYA…


Dia telah goreskan hitam dan utih

Bias dipengaruhi sepenuhnya

Atau bahkan tidak sama sekali oleh asa dan usaha yang diperbuat oleh manusia..


Namun yakinlah….

Bahwa Dia pasti tidak akan keliru dalam menggoreskan mana yang mesti hitam dan mana yang mesti putih..